Musim Giling 2026 Dimulai, KTM-Mitr Phol Perkuat Kemitraan dengan Petani Tebu di Lamongan

Gula 05 Jun 2026 255 kali dibaca
Gambar Artikel KTM–Mitr Phol resmi memulai musim giling tebu 2026 melalui kegiatan Selamatan Buka Giling yang digelar pada Selasa (3/6/2026).

LingkariNews, Lamongan – PT Kebun Tebu Mas (KTM)–Mitr Phol resmi memulai musim giling tebu 2026 melalui kegiatan Selamatan Buka Giling yang digelar pada Selasa (3/6/2026). Pembukaan musim giling ditandai dengan prosesi budaya tradisional Manten Tebu, yang menjadi simbol dimulainya pengolahan tebu sekaligus bentuk penghormatan terhadap tradisi yang telah melekat dalam budaya pergulaan Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Mitr Phol Group, antara lain CEO Mitr Phol Group Chusak Songkusolvit, Managing Director Indonesia Business Artit Prasobsom, Marketing Director Narendra Singh, dan Director Indo Business Ekkacay. Hadir pula Kepala Dinas Ketahana Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Dr. Mugito, M.M., Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen, perwakilan Bank Jatim, Bank BRI, mitra petani tebu, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor pergulaan. 

Tradisi Manten Tebu menjadi salah satu momen penting yang mempertemukan perusahaan, petani, pemerintah daerah, dan berbagai pihak yang selama ini berperan dalam rantai pasok industri gula. Selain menandai dimulainya musim giling, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan budidaya tebu di Jawa Timur.

Upaya Meningkatkan Produktivitas Tebu di Lamongan

Dalam sambutannya, Managing Director Indonesia Business KTM–Mitr Phol, Artit Prasobsom, menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia saat ini terus mendorong peningkatan ketahanan pangan dan energi melalui berbagai program pengembangan sektor tebu.

Menurutnya, sejumlah program bantuan telah diberikan kepada petani, mulai dari penyediaan bibit tebu, bantuan pengolahan lahan, hingga berbagai upaya peningkatan produktivitas.

Dukungan serupa juga disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Dr. Mugito, MM. Ia menilai keberadaan KTM – Mitr Phol memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sektor tebu di daerah.

Menurutnya, penerapan teknologi dan manajemen yang baik dapat mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan petani tebu di Kabupaten Lamongan.

Pada 2026, Kabupaten Lamongan memperoleh alokasi Program Bongkar Ratoon Tanaman Tebu dari Kementerian Pertanian seluas 1.385 hektare. Hingga saat ini, realisasi Calon Petani Calon Lahan (CPCL) telah mencapai 940,18 hektare atau sekitar 70 persen dari total alokasi yang tersedia. 

Pemerintah daerah pun mengajak petani untuk memanfaatkan berbagai program bantuan tersebut guna meningkatkan produktivitas kebun tebu dan kualitas hasil panen.

Target Giling 1,65 Juta Ton Tebu

Pada musim giling tahun ini, KTM–Mitr Phol menargetkan pengolahan tebu milik petani mencapai 1,65 juta ton dengan estimasi rendemen sebesar 7,8 persen.

Dari target tersebut, perusahaan menargetkan produksi sekitar 129.000 ton gula kristal puyih (GKP) yang akan dipasok untuk memenuhi kebutuhan gula dalam negeri.

Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen, menilai target tersebut memberikan optimisme bagi petani tebu. Namun, ia menekankan pentingnya peningkatan dukungan kepada petani melaluii penyediaan bibit unggul, akses pembiayaan perbankan, pengembangan sarana pengairan, serta alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan kebutuhan petani.

“Capaian target tersebut memberi harapan yang baik untuk petani tebu. Ke depan perlu ditingkatkan dukungan dari Pabrik Gula Kebun Tebu Mas kepada petani tebu mulai dari bibit unggul, kemudahan pendanaan dari Perbankan, peningkatan fasilitas pengairan (sumur bor listrik) serta alsintan yang sederhana dan tepat guna,” ujar Soemitro.

Kemitraan Jadi Kunci Pengembangan Industri Gula

Usai kegiatan Selamatan Buka Giling, CEO Mitr Phol Group, Chusak Songkusolvit, mengunjungi kebun milik petani mitra di Kecamatan Canggu, Kabupaten Mojokerto.

Dalam diskusi bersama petani, ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus membangun kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat sekitar.

“Bahwa kehadiran Mitr Phol Group di Indonesia sebagai mitra bersama yang berharap tumbuh dengan baik bersama mitra, guna meningkatkan kesejahteraan petani tebu dan masyarakat Jawa Timur, serta membangun ekosistem yang kuat untuk mencapai swasembada gula di Indonesia,” katanya.

KTM merupakan bagian dari Mitr Phol Group, produsen gula dan bioenergi terbesar di Thailand dan Asia. Di Indonesia, KTM juga tergabung dalam asosiasi Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO) yang berkomitmen mendukung pengembangan industri gula nasional melalui penguatan kemitraan dengan petani, peningkatan produktivitas, dan pengembangan ekosistem pergulaan yang berkelanjutan.

(NY)

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Indonesia Penyumbang Sampah Laut Terbesar Kedua Dunia

Grafik Harga Gula

Raw Sugar (sen/lb)
White Sugar (USD/ton)
White Sugar (sen/lb)