LingkariNews – Pertemuan strategis antara petani mitra dan pimpinan PT Rejoso Manis Indo (RMI)-Mitr Phol Group digelar pada Kamis, 26 Maret 2026, di Desa Tawangrejo, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Presiden Direktur Mitr Phol Group, Krisa Monthienvichiendchai, hadir langsung dari Thailand untuk berdialog dengan para petani.
RMI merupakan bagian dari entitas perusahaan yang bergerak di sektor agroindustri tebu dan tergabung dalam Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO), yang turut berperan mendorong pengembangan industri gula nasional berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat sektor pertanian tebu yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Optimalisasi Alsintan untuk Efisiensi dan Pengurangan Dampak Lingkungan
Dalam diskusi, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi salah satu fokus utama. Optimalisasi alsintan dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mengurangi pemborosan sumber daya di lapangan.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu petani mengelola lahan secara lebih efektif dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Benih Unggul Jadi Kunci Hasil Panen Berkelanjutan
Selain alsintan, peningkatan kualitas benih tebu juga menjadi perhatian penting. Pemanfaatan benih unggul dinilai mampu menghasilkan panen yang lebih optimal serta menjaga stabilitas produksi dalam jangka panjang.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan tantangan lingkungan lainnya.
Sinergi Petani dan Perusahaan untuk Kesejahteraan Bersama
Dalam dialog tersebut, Krisa Monthienvichienchai menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan petani. Sinergi ini dinilai krusial dalam menghadapi dinamika sektor pertanian yang semakin kompleks.
Kemitraan yang kuat tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan petani sebagai pelaku utama id sektor ini.
Dukung Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui penerapan inovasi dan teknologi yang tepat guna, sektor pertanian diharapkan terus berkembang dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
Pertemuan ini menegaskan bahwa kemitraan yang berkelanjutan merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pertanian modern yang efisien, tangguh, dan berdaya saing di Indonesia.
(NY)