Dampak Musim Kemarau, Gunungkidul Krisis Air Bersih

Sungai 01 Agus 2026 28 kali dibaca
Gambar Artikel Ilustrasi sungai yang mengalami penyusutan air

LingkariNews – Dampak musim kemarau  2026 mulai dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi kering yang ditandai dengan rendahnya curah hujan berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air bersih. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Sejumlah wilayah lainnya diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli atau September. BMKG juga memperkirakan musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia bersifat lebih kering dari kondisi normal.

Musim Kemarau dan Ancaman Kekeringan di Gunungkidul

Memasuki puncak musim kemarau, penurunan curah hujan dapat berdampak pada ketersediaan air di berbagai daerah. Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan ancaman kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dampak kekeringan salah satunya dirasakan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Warga Padukuhan Duwet, Kelurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, harus menempuh perjalanan hingga sekitar lima kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Mengutip laporan Berita Satu, sekitar 250 keluarga atau lebih dari 500 jiwa menggantungkan kebutuhan air mereka pada mata air Kali Wonosari. Sumber tersebut digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, mandi, mencuci, hingga memenuhi kebutuhan anak.

Kondisi sumber air yang semakin terbatas membuat sebagian warga harus mengambil air berulang kali dalam sehari. Ada pula warga yang memilih mandi langsung di sekitar sumber air dengan menggunakan fasilitas sederhana yang dibangun secara swadaya.

Salah seorang warga, Mulyono, mengatakan debit mata air tersebut tidak dapat mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat sehingga bantuan air bersih menggunakan mobil tangki masih diperlukan.

“Air ini untuk semua kebutuhan masyarakat. Tidak cukup, jadi harus dibantu kiriman tangki air dari pemerintah. Mulai bulan ini sudah terasa sangat sulit. Apalagi yang tidak punya penampungan air atau memiliki anak kecil, sangat repot,” katanya.

Kesulitan akses terhadap air bersih telah dirasakan warga selama sekitar dua bulan. Persoalan tersebut diperparah setelah jaringan air bersih swadaya karang taruna tidak lagi berfungsi.

Fasilitas tersebut berhenti beroperasi setelah pompa mengalami kerusakan. Keterbatasan biaya membuat perbaikan tidak kunjung dilakukan sehingga jaringan air telah mati selama lebih dari dua tahun.

Jaringan air bersih yang pernah dibangun melalui bantuan pemerintah juga belum mampu menjadi solusi jangka panjang. Fasilitas tersebut hanya sempat beroperasi satu kali sebelum kembali tidak berfungsi.

Kekeringan Bukan Sekadar Persoalan Air

Bagi warga Padukuhan Duwet, krisis air Gunungkidul menunjukkan bahwa dampak musim kemarau dapat menyentuh kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika sumber air menyusut, masyarakat bukan hanya menghadapi berkurangnya pasokan. Mereka juga harus mengalokasikan lebih banyak waktu, tenaga, dan biaya untuk mendapatkan air yang cukup bagi kebutuhan keluarga.

Situasi ini menunjukkan pentingnya kesiapan menghadapi musim kemarau 2026, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air. Upaya memastikan ketersediaan air bersih dan menjaga keberlanjutan sumber air menjadi bagian penting dalam menghadapi risiko kekeringan yang semakin terasa.

(NY)

Sumber

https://www.bmkg.go.id/iklim/prediksi-musim/prediksi-musim-kemarau-tahun-2026-di-indonesia

 

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Warga Sukatani Tolak Proyek Geotermal Gunung Gede Pangrango

Grafik Harga Gula

Raw Sugar: -
-
White Sugar: -
-
White Sugar: -
-