Taman Nasional Komodo Ditutup Sementara, BTNK Antisipasi dari Cuaca Esktrem Dampak Siklon Hayley

Kelautan 06 Jan 2026 141 kali dibaca
Gambar Artikel Komodo di Pulau Rinca

LingkariNews – Mulai 29 Desember 2025, seluruh aktivitas wisata dan pelayaran di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) resmi dihentikan sementara.

Penutupan ini tercatat dalam Surat Pemberitahuan (Notices to Mariners) Nomor 05/NTM-XII/2025 yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.

Penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul peringatan potensi cuaca esktrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Cuaca esktrem tersebut merupakan efek tidak langsung dari Siklon Tropis Hayley yang terpantau berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Fenomena ini memicu berbagai kondisi berbahaya, seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang laut tinggi, yang berisiko terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas wisata bahari.

Izin Pelayaran Kapal Wisata Dicabut Sementara

Sebagai tindak lanjut, KSOP secara resmi mencabut Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi seluruh kapal wisata, termasuk speedboat yang beroperasi di perairan Labuan Bajo dan sekitarnya.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Siga, menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku untuk seluruh destinasi wisata di dalam kawasan TNK. Beberapa lokasi yang terdampak antara lain Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, Pink Beach, hingga berbagai spot penyelaman popular.

Menurutnya, BTNK langsung mengambil langkah cepat dengan menghentikan seluruh aktivitas pelayaran wisata alam demi menjamin keselamatan wisatawan, pemandu, serta awak kapal.

“Mengacu pada Surat Pemberitahuan dari KSOP tersebut di atas, maka pelayanan wisata alam di destinasi wisata Taman Nasional Komodo dihentikan sementara sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut,” jelasnya.

Imbauan Pantau Informasi Cuaca dari BMKG

Dalam pengumuman terpisah, BTNK mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk aktif memantau informasi cuaca harian dari BMKG sebelum merencanakan aktivitas di perairan Taman Nasional Komodo.

Selain itu, pemilik kapal dan nahkoda diminta mematuhi seluruh arahan KSOP Kelas III Labuan Bajo  serta segera berkoordinasi dengan pihak terkait apabila kondisi cuaca menunjukkan tanda-tanda memburuk.

Bagi wisatawan yang telah membeli tiket masuk TNK atau melakukan pemesanan kapal wisata, disarankan untuk segera menghubugi operator perjalanan atau pihak BTNK guna memperoleh informasi lebih lanjut terkait penjadwalan ulang.

“Semua pihak diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan menunda aktivitas apabila kondisi tidak memungkinkan,” imbaunya.

Prakiraan Cuaca Komodo Sepekan ke Depan Kurang Bersahabat

Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Taman Nasional Komodo diperkirakan masih akan mengalami kondisi ekstrem. Potensi hujan lebat, badai yang muncul secara tersebar, serta gelombang tinggi dinilai dapat membahayakan keselamatan pelayaran dan wisata bahari.

Pihak berwenang mengimbau agar seluruh pihak mengutamakan keselamatan dan menunggu kondisi cuaca kembali stabil sebelum aktivitas wisata di Taman Nasional Komodo dibuka kembali.

(NY)

Sumber

https://m.kumparan.com/amp/kumparannews/taman-nasional-komodo-ditutup-sementara-untuk-wisatawan-imbas-cuaca-buruk-26Y9rlAgNiE